Keluar dari Zona Nyaman

Keluar dari Zona Nyaman

Kamu tidak akan mengetahui batas kemampuanmu ,Sampai kamu memaksakan dirimu untuk melampuinya. Seringkali kamu menunda/takut memulai karena kamu merasa tidak mampu. Tapi, darimana kamu tahu batas kemampuanmu kalau kamu bahkan belum mencoba? Semua itu hanya hipotesis yang ada di pikiranmu saja, bukan? Kamu hanya “merasa”, padahal bisa saja kamu lebih hebat dari itu. Cobalah untuk keluar dari zona nyamanmu. Semua orang mau kenyamanan, dan berada dalam kenyamanan memang tidak salah, tapi dalam zona nyaman sedikit sekali kesempatan untuk berkembang. Waktu akan terus berjalan. Jika kamu ingin mencapai impianmu, buatlah langkah yang berani. Sebenarnya tidak ada ruginya kok, berhasil atau gagal, kamu tetap jadi lebih mengenal dirimu sendiri, dan bisa lebih bijak menetapkan langkah berikutnya. Sebaliknya, jika kamu terus menunggu dan menunda, kamu akan makin tertinggal! Paksakan dirimu untuk melampaui batasan yang ada di pikiranmu, dan kamu akan kagum pada dirimu sendiri ketika mengetahui seberapa kuat kamu sebenarnya! 👍 Menoleh ke belakang dengan postingan” terdahulu , saat masih bekerja menjadi karyawann outsourching di salah satu perusahaan BUMN bonafit yang kerjanya nyamaan bangett hanya duduk dan terima telpon yaa’walau terima telponnya juga bisa sampe 50 x angkat telpon dalam sehari karena posisi nya saya kerja di kantor pusat dan dibagian operator telpon .. Saking nyamannya saya bertahan hingga 13 th tapi saya sadar kalau saya terlena dengan kenyamanan gini..kapan maju nya..kapan suksesnya Sadar bahwa kenyamanan ini cuma semu Karena dibalik kenyamanan yang kerjanya terlihat enteng ini penghasilannya ga sesuai dengan pengeluaran yang didapat.. pas awal kerja masih worth it karena pengeluaran belum besar ,seiringnya waktu saya berkeluarga anak” makin besar otomatis pengeluaran juga bertambah belum lagi juga sebagai tulang punggung keluarga yang ingin membahagiakan orangtua dan adik yang masih” kecil duduk dibangku sekolah ..maklum anak pertama dari 8 bersaudara..jadi ga bisa egois kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan saya. Ga pernah nyangka sebelumnya memutuskan bergabung di Jafra 3 th yang lalu membuat saya memberanikan diri tuk memilih resign dari kantor , memang benar yah kalau sesuatu yang kita tekunin pasti ada hasilnya..jalanin bisnis di JAFRA nyambi kerja selama setahun awal alhamdulilaah bisa menduduki posisi Senior Manager dengan penghasilan melebih gaji di kantor barulah disitu saya Memutuskan tuk resign karena saya mau lebih fokus bekerja di salah satu aja dan ga mau serakah karena saya juga seorang ibu yang harus memikirkan masa depan anak”saya ..ga mau melewatkan tumbuh berkembangnya anak jadi kalau bisa bekerja sambil meramut anak” dirumah kenapa gak. Karena jalanin JAFRA itu amat” fleksibel bisa dikerjain kapan aja dan dimana aja.. Kalau kemarin saya ga memutuskan resign belum tentu saya bisa ibadah ke tanah suci dan belum bisa menikmati jalan” ke paris dengan Gratis. Jadi tentukan pilihan kebahagianmu sendiri …Mau sukses bersama dengan saya di JAFRA bisa ngobrol dengan saya Mutiara Nevita Sari Executive Manager JAKARTA http://bit.ly/2TanyaJAFRA

Keluar dari Zona Nyaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *